Adalah sebuah nostalgia yang tak terulang lama. Sahabat terbaikku yang dengan segala kemampuannya untuk menjadi pikun di usia muda berhasil melewati rumah saya, dan ketika saya berdiri di tengah jalan, kedua lampu rem belakangnya menyala, dia baru sadar, kalau dia telah melupakan letak rumah ini. Rumah yang dulu sangat menjadi hobi untuk dia singgahi. Rumah yang didatanginya saat baru datang dari bandung, dan rumah yang dikunjunginya sebelum pembukaan pamerannya sendiri.
She was, and still is my best friend. No matter how far gap we’ve had, at the end of the day, we’re still shoulder to shoulder, sleeping sound on my bed. We’re two fragile people who were always there when one’s down. If we’re having fun, we let that euphoria slip. Besides, a shoulder is always be leaned on when one’s have to cry, no? I’m willing to skip the good part only to know, she won’t let me skip the bad part.
Te iubesc, Uci :* si multumesc..