It’s not a myth, I’m gonna tell you. When I came home to the bed that I’ve always want to lay down when my body aches, instead I’m replaying the day in my head. And I want to be back from the very beginning.
Ketika suara feedback dari gitarmu berlebihan dan salah satu dari temanmu berkata “udah, hajar aja hajar” tanpa meperdulikannya lagi, kamu langsung masuk ke dalam intro lagu ciptaanmu. Hari ini kami merayakan kami. Walaupun gedung yang biasa penuh sesak ini sekarang lowong, hanya sedikit gumpulan orang yang ingin lebih dekat dengan band-band yang sedang menjajaki microphone dan gitar. tapi di dalam sedikit gumpulan orang itu banyak terjadi canda, tawa, timpalan lucu dan satu yang pasti, tidak ada yang bermuka muram di sini. Ini baru namanya up, close, and personal. Tidak seperti yang para promotor besar itu janjikan. Disini kami hadirkan persaudaraan, pertemanan, percintaan, dan romansa yang tidak dapat kamu temukan dengan gumpulan manusia yang lain.
Tidak ada yang dibiarkan melamun di sini, walaupun sebenarnya ini adalah perayaan untuk kemalasan, tapi kamu tidak akan dapat waktu sendiri untuk bermain dengan kalimat-kalimat di dalam isi otakmu. Semua saling menyapa, semua saling mengenal, tidak dibiarkan tempat untuk menjadi orang asing, hari ini.
dan semangat dan imajinasi berlebihan yang membawa melankoli juga telah hanyut bersama beberapa distraksi sebelum menulis ini. ADD, guilty as charged. I’m gonna try another day.
but surely, for today, the phrase that defines today was “The Scene That Celebrates Itself!”